Home » Artikel » Apa yang dimaksud dengan Benang?
Jual Beli berbagai macam jenis benang
Friday, March 8th 2013. Posted in Artikel

Apa yang dimaksud dengan Benang?

Sebelumnya telah dijelaskan tentang pengertian benang, namun jika belum lengkap berikut akan dijelaskan tentang apa yang dimaksud dengan benang.

Benang (Yarn) adalah jajaran serat yang disatukan melalui proses spinning (pemintalan), memiliki twist (pilinan) yang menyebabkan serat-serat tersebut satu dengan yang lainnya saling berkaitan secara kontinyu membentuk yarn.

Benang menurut bentuknya dibagi menjadi 3 yaitu :

  1. Single Yarn (benang tunggal) misalnya 40’s,
  2. Ply Yarn (benang gintir) misalnya benang 70/2, dan
  3. Double Yarn (benang rangkap tanpa twist) misalnya 70×2.

Jenis benang menurut proses pembuatannya dibagi menjadi 4, yaitu :
Combed Yarn (benang sisir) pada umumnya untuk benang halus,
Carded Yarn (benang garu) pada umumnya untuk benang sedang dan kasar,
High Twist Yarn (benang bertwist tinggi) misalnya untuk keperluan pembuatan kain crepe,
Texuted Yarn (benang tekstur) misalnya untuk pembuatan kain georgette.
Pada posting berikutnya akan dijelaskan lebih mendetail tentang jenis-jenis benang.

Konstruksi dan Sistem Penomoran Benang
http://www.jualbenang.com/2012/03/15/konstruksi-dan-sistem-penomoran-benang/

Konstruksi dan Sistem Penomoran Benang

Pengertian benang dan jenis benang silahkan melihat di posting sebelumnya.
Untuk menyatakan tingkat kehalusan maka diberi tanda dengan penomoran benang. Sistem penomoran benang dibagi menjadi dua sistem penomeran yaitu :
1. Indirect system (sistem penomoran benang tidak langsung) seringkali disebut yarn count. Hal ini didasarkan pada panjang benang dalam hank (840 yards) pada berat tetap (1 lb). Pada sistem ini makin halus benangnya makin tinggi nomornya.
Contoh : Benang Ne1 20 artinya panjang benang tersebut adalah 20 hank (20 x 840 yards) sedang beratnya adalah 1 pound.
Jika benang tersebut Ne1 40 berarti bahwa dalam 1 pound panjang benang tersebut adalah 40 hank (40 x 840 yards)enang Ne1. Hal ini berarti bahwa benang Ne1 40 yang dua kali lipat lebih panjang daripada benang Ne1 20 memiliki berat 1 pound (sama dengan berat benang Ne1 20, jadi benang Ne1 40 lebih halus daripada benang Ne1 20).
2. Direct System (sistem penomoran benang secara langsung) seringkali disebut yarn number, yang mendasarkan kepada berat benang (misalnya dalam gram) pada panjang tetap (misalnya 9000 meter). Pada sistem ini makin halus benangnya makin kecil nomornya.
Contoh : Benang 5 dinier, artinya berat benang tersebut adalah 5 gram sedang panjangnya adalah 9000 meter.
Jika benang tersebut adalah 1 dinier berarti bahwa dengan panjang 9000 meter beratnya hanya 1 gram atau seperlima daripada berat benang 5 dinier.

Konstruksi dan Sistem Penomoran Benang

Konstruksi dan Sistem Penomoran Benang

Indonesia mengenal dua sistem ukuran yaitu yang berbasis milimeter dan inci, didaerah tertentu masih mengenal bau, batu untuk menyatakan luas lahan. Depa, tonggak dan hasta untuk ukuran panjang. Ons dan kati untuk ukuran berat, sehingga agak menyulitkan bagi yang tidakmemahaminya, dan memang tidak ada yang pernah mempermasalahkannya, sehingga terdapat desain-desain alat penangkap ikan dalam berbagai buku mengenai alat penangkap ikan menyatakan ukuran alat penangkap ikan dengan meter, tapi ukuran mata jaring menggunakan inci, dan ukuran benang menggunakan 210 d/12, serta berat pemberat dinyatakan dengan gram atau kilogram, diameter dinyatakan dengan milimeter, kontradiktif !. sama halnya dengan menuliskan kata “mengubah” dan “merubah” yang pertama menyatakan memang “men-gubah=mengganti” dan yang kedua “me-rubah = menjadi rubah” (rubah adalah hewan), di keseharian sebagian dari kita masih menganggap sama.
Sebelum dilaksanakan Gear Congress yang diprakarsai oleh international standarization Organitation (ISO) tahun 1957, sistem penomoran benang tekstil yang berlaku adalah sistem penomoran regional, dimana masing-masing penomoran adalah berbeda, sebagai contoh berikut ini adalah system penomoran dari beberapa negara, bahkan ada yang masih menggunakannya (Nomura, 1975):
1. International Titre in denier system
(benang-benang yang dibuat dari serat cotton dan serat buatan yang berbentuk continous filament) dengan symbol Td:
Dimana l den atau Td 1 = 1 gram/ 9.000 meter.
2. Sistem penomoran benang manila di Jepang, dengan symbol M (monme)
M = 32,75 gram/ 1,5 meter atau 2,48 gram/ meter
3. Sistem penomoran di Inggris untuk serat yang terbuat dari linen, ramie, hemp dan jute, dengan symbol NeL (English Linear Number)
NeL = 300 yds/ lbs atau 274,3 meter/ 435,6 gram
4. Sistem penomoran di inggris untuk serat yang terbuat cotton dan serat buatan dalam bentuk staple fiber, dengan symbol Nec (English Cotton Number).
Merupakan system tidak langsung, satuan panjangnya adlaah 840 yard (satu hank), satuan beratnya adalah 1 English pound (lb). Sebagai contoh Nec20 adalah menyatakan single yarn 20 x 840 = 16.800 yds/lb
Nec = 840 yds/ lbs atau 768,1 meter/ 453,6 gram; tex = 590,5/ Nec
5. Sistem penomoran metrik (Metrik number) untuk semua benang jaring dengan symbol Nm.
Yang juga merupakan system tidak langsung, menyatakan panjang suatu single yarn dalam meter perberat satu kilogram.
Nm = 1 Kilometer / Kg atau 1,000 / 1,000 gram ; tex = 1.000/ Nm
6. Runnage (yds/lb atau m/kg)
adalah system penomoran untuk produk akhir serat yang terbuat dari sisal dan manila dan kadang-kadang untuk serat-serat lainnya yang memiliki tingkat pintalan keras (hard). Sistem ini masih banyak digunakan selain metrik dan English count. Umumnya dinyatakan dalam meter per satu kilogram (m/kg? Atau yards per satu pound (yds/lb). Runnage dalam m/kg adalah berbanding terbalik dengan Rtex. Runnage mengacu pada produk akhir.
Download File Lengkap
Bagaimana bisa dipahami tentang konstruksi dan sistem penomoran benang diatas? semoga bermanfaat menambah wawasan kita.

Produk terbaru